Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran
SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, Adeeva menjalankan tugas jurnalistik di dua agenda besar PCM Kenjeran.
Bagi Adeeva, hari itu bukan sekadar menjalankan tugas peliputan. Ia mendapat kesempatan bertemu tokoh, melakukan wawancara langsung, mengikuti dinamika acara, hingga mencatat pesan penting dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Berani Wawancara Ustadz Salim A. Fillah
Liputan pertama dimulai dari Kajian Ahad Pagi Sang Pencerah. Adeeva tidak hanya mengambil gambar kegiatan. Ia mengambil kesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Ustadz Salim A. Fillah.
Dengan Hp yang telah disiapkan, Adeeva memberanikan diri bertemu narasumber dan mengajukan pertanyaan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam tugasnya sebagai jurnalis cilik.
“Alhamdulillah, dengan Ustadz Salim A. Fillah saya bisa mewawancarai secara langsung. Beliau memberikan apresiasi positif serta dukungannya,” ungkap Adeeva.
Bagi seorang jurnalis cilik, keberanian untuk bertanya menjadi langkah penting. Dari sebuah pertanyaan, muncul informasi. Dari informasi, lahir sebuah cerita yang dapat dibagikan kepada orang lain.
Tak Hanya Merekam, Tapi Siap Beradaptasi
Usai kajian, Adeeva melanjutkan peliputan pada agenda peresmian gedung baru SMP Muhammadiyah 15 dan Sport Center PCM Kenjeran.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Di sinilah pengalaman jurnalistik Adeeva semakin terasa. Ia bersama tim sudah mempersiapkan pengambilan gambar dari lantai empat. Naik turun lantai dilakukan untuk mencari posisi yang tepat dan memastikan kesiapan take video.
Namun, rencana di lapangan berubah.
Setelah sambutan Menteri, prosesi peresmian ternyata dilakukan dari lantai dasar. Adeeva pun harus segera menyesuaikan diri agar momen penting tersebut tetap dapat diliput.
“Sebagai jurnalis cilik saya sangat tertarik. Hal yang seru ketika kita sudah siap-siap take video dengan Bapak Menteri, kita naik turun ke lantai empat. Tiba-tiba ada perubahan agenda. Setelah sambutan Bapak Menteri, beliau langsung meresmikan dari lantai dasar,” cerita Adeeva.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran sederhana tetapi penting: jurnalis harus siap dengan rencana, tetapi juga harus siap ketika keadaan berubah.

Menangkap Pesan di Balik Peresmian
Adeeva tidak berhenti pada gambar dan video. Ia juga mencatat pesan penting yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pesan yang ia tangkap, pendidikan tidak berhenti pada pembangunan gedung atau tersedianya fasilitas. Infrastruktur pendidikan harus menjadi sarana untuk mendukung anak-anak belajar, mengembangkan potensi, berolahraga, berkarya, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter.
Keberadaan Sport Center juga menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi fisik, kedisiplinan, kerja sama, dan prestasi.
Catatan tersebut membuat Adeeva belajar bahwa tugas seorang jurnalis bukan sekadar mendapatkan gambar yang bagus. Lebih dari itu, seorang jurnalis harus mampu menemukan pesan dan makna dari peristiwa yang diliput.
Ferry: Keseruan Jurnalis Ada pada Prosesnya
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I., mengapresiasi keterlibatan siswa dalam kegiatan jurnalistik.
Menurutnya, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan pembelajaran yang berbeda bagi anak.
“Keseruan menjadi jurnalis cilik itu justru ada pada prosesnya. Anak belajar mempersiapkan diri, bertemu narasumber, berani bertanya, mengambil gambar, mencatat informasi, sampai menghadapi perubahan agenda di lapangan,” ujarnya.
Ferry menilai pengalaman seperti itu penting untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi siswa.
“Anak-anak tidak cukup hanya belajar teori. Mereka perlu diberi kesempatan untuk mencoba, berinteraksi, dan mengalami langsung. Dari pengalaman itu akan tumbuh keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi,” tambahnya.
Satu Hari, Dua Liputan, Banyak Pelajaran
Dua agenda besar PCM Kenjeran menjadi ruang belajar nyata bagi Adeeva. Dari wawancara bersama Ustadz Salim A. Fillah hingga meliput peresmian yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, ia belajar bahwa dunia jurnalistik membutuhkan keberanian, ketelitian, kesiapan, dan kemampuan beradaptasi.
Hari itu mungkin hanya berlangsung satu hari. Namun, pengalaman yang dibawa Adeeva jauh lebih panjang.
Sebab menjadi jurnalis cilik bukan hanya tentang siapa yang berhasil direkam HPnya , tetapi tentang keberanian seorang anak untuk melihat, bertanya, mendengar, mencatat, dan kemudian membagikan cerita. Dari sanalah sebuah pengalaman berubah menjadi pembelajaran—dan langkah kecil seorang anak hari ini bisa menjadi bekal besar untuk masa depannya.
(Islakha)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian
SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan
PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown
SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor
SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M
Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan
SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Won
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung
KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu
GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Suraba
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama
SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur
SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026
Murid MIM 25 Baca Al-Qur’an di Hadapan Mendikdasmen
SURABAYA — Suasana peresmian gedung baru SMP M15 dan Sport Center PCM Kenjeran terasa semakin khidmat ketika Almaqhvira Keysha Putri, murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya, melantunka
