Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan
SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Mengusung tema “Sehari Bersalju, Sejuta Cerita”, kegiatan ini diikuti 120 murid dengan pendampingan 12 orang.
Bukan sekadar bermain, kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual di luar kelas. Murid diajak mengenal lingkungan bersalju, mempelajari kehidupan hewan di daerah dingin, mencoba aktivitas edukatif, serta menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian, dan semangat belajar melalui pengalaman langsung.
Bagi anak-anak yang sehari-hari tinggal di Surabaya dengan iklim tropis, merasakan suasana bersalju menjadi pengalaman istimewa. Dinginnya udara justru menambah keseruan dan menghadirkan cerita yang akan mereka kenang bersama teman-teman dan ustadz ustadzah.
Diawali Senam, Dilanjutkan Petualangan di Dunia Salju
Kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat dan kebersamaan sebelum murid menjelajahi berbagai wahana. Setelah pembukaan, mereka menikmati pengalaman bermain sekaligus belajar dalam suasana yang berbeda dari rutinitas madrasah.
Salah satu wahana yang menarik perhatian adalah Chair Lift atau kereta gantung. Dari ketinggian sekitar 4–5 meter, murid dapat menikmati pemandangan area bersalju dari atas. Bagi mereka, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk mencoba hal baru dan menambah keberanian.
Keseruan semakin terasa saat murid mencoba Snow Tube, yaitu meluncur menggunakan ban besar di jalur bersalju. Ada pula Snow Sledge atau papan seluncur yang memberikan pengalaman meluncur di atas salju.
Tidak ketinggalan, murid menikmati area bermain salju untuk membuat berbagai bentuk dan bermain lempar salju bersama teman-teman. Tawa dan antusiasme mereka membuat suasana kegiatan semakin meriah.

Dari Beruang Kutub hingga Membuat Es cream
Keseruan KTS tidak berhenti pada permainan salju. Murid juga mengikuti rangkaian aktivitas edukatif yang memberikan pengalaman belajar lebih beragam.
Kehadiran karakter beruang kutub menarik perhatian murid sekaligus menjadi pengantar untuk mengenal hewan yang hidup di wilayah dingin. Melalui kegiatan ini, wawasan mereka tentang lingkungan dan kehidupan satwa bertambah.
Murid juga mengikuti eksperimen hand fire atau demonstrasi tangan berapi yang menghadirkan pengalaman berbeda dan membangkitkan rasa ingin tahu. Aktivitas ini dilaksanakan dengan pendampingan yang sesuai agar pengalaman belajar tetap mengutamakan keselamatan.
Pengalaman lainnya adalah membuat es cream sendiri. Murid berkesempatan mengikuti proses pembuatan ice cream secara langsung sehingga dapat belajar melalui praktik, mengembangkan kreativitas, dan menikmati hasil kegiatan mereka.
Rangkaian aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung melalui pengamatan dan pengalaman nyata. Anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapat kesempatan untuk melihat, mencoba, dan memahami hal baru dengan cara yang menyenangkan.
Ferry Rismawan: Belajar Tidak Hanya dari Buku
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan, M.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur melihat antusiasme murid selama mengikuti kegiatan.
“Alhamdulillah, luar biasa, Seperti kita benar-benar berada di Kutub Utara. Anak-anak terlihat sangat antusias dan gembira,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman bermain salju memberikan pelajaran yang lebih luas daripada sekadar menikmati wahana. Murid dapat belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian mencoba hal baru, serta pentingnya menjaga kebersamaan.
“Ada pelajaran berharga dalam kegiatan hari ini. Anak-anak belajar bahwa kegembiraan harus diiringi tanggung jawab. Mereka belajar mematuhi aturan, menjaga keselamatan, saling membantu, dan menghargai pengalaman bersama. Inilah pembelajaran bermakna yang tidak hanya diperoleh dari buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memperkaya pengalaman belajar murid sekaligus memperkuat pendidikan karakter sesuai semangat madrasah, Madrasah Hebat Beradab.
Ustadzah Syahda: Pengalaman Baru untuk Memperkuat Karakter
Ketua KKG kelas 2, Ustadzah Syahda, S.Pd, menegaskan bahwa pengalaman baru yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.
“Anak-anak membutuhkan hal baru yang menyenangkan. Tidak menutup kemungkinan mereka juga pernah bermain di sini, tetapi untuk saat ini jelas berbeda karena bersama teman-teman semua serta ustadz dan ustadzah,” tuturnya.
Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan KTS memberikan nilai tersendiri. Murid tidak hanya menikmati suasana berbeda, tetapi juga belajar membangun kedekatan, kemandirian, keberanian, kreativitas, dan kepedulian terhadap teman.
“Kegiatan KTS ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi murid. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar tentang kemandirian, keberanian, kreativitas, dan kebersamaan. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan rasa ingin tahu anak-anak,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut meninggalkan kesan positif dan membantu memperkuat karakter seluruh murid.
Fawwaz : Senang Bisa Belajar Sambil Bermain
Bagi murid, pengalaman merasakan salju secara langsung menjadi salah satu bagian paling berkesan. Mereka dapat mencoba berbagai wahana sekaligus mengenal hal-hal baru yang sebelumnya mungkin hanya mereka lihat melalui gambar atau tayangan.
Fawwaz, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami senang sekali bisa merasakan salju secara langsung. Kami juga senang belajar mengenal hewan-hewan di daerah bersalju, mengikuti eksperimen hand fire, dan membuat es krim sendiri. Kegiatannya seru dan menjadi pengalaman baru yang berkesan,” ungkapnya.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang menyenangkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu murid. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus menciptakan kenangan bersama teman-teman.
Sementara itu, Uwais, juga menceritakan serunya mencoba wahana di tengah udara yang sangat dingin.
“Luar biasa, sangat dingin, Kami sampai menggigil, tetapi saya dan teman-teman tidak berhenti bermain. Mulai dari naik kereta gantung sampai lebih dari dua kali, lalu berulang kali bermain ban besar,” ceritanya.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran betapa antusiasnya murid ketika memperoleh kesempatan menjelajahi lingkungan baru bersama teman-teman dan guru.
Mama Syafira: Kami di Rumah Juga Ikut Antusias
Kegembiraan kegiatan KTS ternyata tidak hanya dirasakan murid di lokasi. Para orang tua di rumah turut menantikan dokumentasi yang dibagikan oleh ustadzah.
Mama Syafira, salah satu wali murid kelas 2, mengungkapkan antusiasmenya dengan senyum.
“Terus terang, kami di rumah juga antusias. Kami selalu menunggu dokumentasi yang di-share ustadzah. Kami mama-mama juga ikut merasakan kegembiraan anak anak” tuturnya sambil tersenyum.
Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa kebahagiaan anak-anak turut dirasakan keluarga. Melalui dokumentasi kegiatan, orang tua dapat mengikuti pengalaman putra-putri mereka dan melihat berbagai aktivitas yang dijalani selama KTS.
Senada dengan itu, Nurbandiyah, wali murid dari Medina menyambut baik kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut.
Menurutnya, KTS memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran sehari-hari. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini memberi kesempatan kepada murid untuk melatih keberanian, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi bersama teman-temannya.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam mendampingi proses pendidikan. Sinergi antara orang tua dan madrasah diharapkan terus terjalin untuk memberikan pengalaman belajar yang positif dan bermakna bagi murid.

Sehari Bersalju, Sejuta Cerita yang Membekas
Kegiatan KTS Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat berlangsung dengan cara yang menyenangkan tanpa meninggalkan tujuan pendidikan.
Mulai dari senam pembuka, menaiki kereta gantung, meluncur dengan ban besar, bermain salju, mengenal hewan di daerah dingin, mengikuti eksperimen hand fire, hingga membuat es krim, setiap aktivitas menghadirkan pengalaman dan pengetahuan baru.
Di balik tawa dan keceriaan tersebut, murid belajar tentang keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di rumah.
Melalui tema “Sehari Bersalju, Sejuta Cerita”, MI Muhammadiyah 25 Surabaya terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memperkaya wawasan sekaligus membangun karakter.
Sehari merasakan dinginnya salju, sejuta cerita tercipta. Wahana boleh ditinggalkan, tetapi pengetahuan, kebersamaan, dan kenangan baik diharapkan terus melekat dalam perjalanan tumbuh setiap murid.
(Islakha)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian
SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan
PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown
SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor
SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung
KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu
GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Suraba
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama
SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur
SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026
Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran
SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00
Murid MIM 25 Baca Al-Qur’an di Hadapan Mendikdasmen
SURABAYA — Suasana peresmian gedung baru SMP M15 dan Sport Center PCM Kenjeran terasa semakin khidmat ketika Almaqhvira Keysha Putri, murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya, melantunka
