KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu
GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Surabaya. Melalui kegiatan Kegiatan Tengah Semester (KTS) Semester 1 bertajuk “Petualangan Ceria di Alam Lontar”, murid diajak belajar di luar kelas di Edu Wisata Lontar Sewu, Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi kesempatan untuk bermain dan menikmati suasana alam. KTS dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada murid untuk menambah wawasan, melatih kemandirian, memperkuat kerja sama, serta menumbuhkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menjelajahi Alam, Menambah Pengalaman
Edu Wisata Lontar Sewu menawarkan suasana khas pedesaan dengan rindangnya pohon lontar atau siwalan. Lingkungan tersebut menjadi ruang belajar terbuka bagi murid untuk menikmati keindahan alam sekaligus mengenal potensi wisata lokal.
Beragam wahana menambah semarak petualangan. Murid dapat mengenal kereta sawah, menikmati perahu atau sepeda air, bermain di kolam anak, serta mencoba wahana sky bike sesuai arahan dan pendampingan guru. Area outbound ringan, edukasi alam, kerajinan lokal, dan berbagai sudut taman juga melengkapi pengalaman kunjungan.
Melalui aktivitas tersebut, murid memperoleh suasana belajar yang berbeda dari rutinitas di kelas. Mereka belajar berinteraksi dengan teman, mengikuti aturan, mendengarkan arahan guru, dan menjaga kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Antusiasme murid menjadi warna tersendiri dalam perjalanan ini. Kegembiraan saat mencoba wahana dan menjelajahi lingkungan baru berpadu dengan kesempatan untuk membangun keberanian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama dan alam.
Sebanyak 11 guru pendamping turut membersamai kegiatan. Mereka bertugas membimbing murid, mengarahkan aktivitas, serta memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman. Pendampingan ini menjadi bagian penting agar pengalaman rekreatif tetap berjalan seiring dengan tujuan pendidikan.
Kepala Madrasah: KTS Menumbuhkan Semangat Belajar dan Nilai Cinta
Kepala MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Ustadz Ferry Rismawan, M.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan KTS memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat belajar murid. Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus membuka kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
“Kegiatan KTS itu penting karena membuat murid lebih bersemangat. Pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar mereka, sehingga nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan adab. Karena itu, kegiatan di luar kelas perlu diarahkan agar murid mendapatkan pengalaman yang memperkuat kepedulian, tanggung jawab, dan rasa syukur.
Nilai-nilai tersebut selaras dengan Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama manusia, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.
Cinta Allah dan Rasul-Nya dapat ditumbuhkan melalui rasa syukur atas keindahan alam ciptaan Allah. Cinta ilmu hadir ketika murid bersemangat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru. Cinta diri dan sesama manusia dibiasakan melalui sikap menjaga keselamatan, menghargai teman, saling membantu, dan menaati aturan.
Adapun cinta lingkungan diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan tidak merusak alam. Sementara itu, cinta tanah air dapat diperkuat dengan mengenal potensi alam, budaya, dan wisata lokal di daerah sendiri.
Dengan demikian, KTS menjadi salah satu upaya madrasah untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata, sehingga nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan.

Ketua Panitia: Bukan Sekadar Rekreasi
Ketua KKG Kelas 3 sekaligus Ketua Panitia KTS, Ustadzah Titik Arum Jati, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan KTS di Lontar Sewu berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi murid.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga dapat menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab. Terima kasih kepada seluruh guru pendamping yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar,” tuturnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di luar kelas diharapkan dapat membekali murid dengan kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan semacam ini juga menjadi kesempatan bagi guru untuk menguatkan pendidikan karakter melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui penjelasan di dalam kelas.
Aqilla Qurrata A'yun: Pengalaman Baru yang Menyenangkan
Kegembiraan kegiatan KTS juga dirasakan oleh murid. Aqilla Qurrata A'yun mengungkapkan kebahagiaannya dapat mengikuti petualangan di Lontar Sewu bersama teman-teman dan guru.
“Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan KTS di Lontar Sewu bersama teman-teman dan guru. Saya bisa bermain, mencoba wahana, melihat suasana yang berbeda dari sekolah, dan belajar banyak hal baru. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan membuat saya semakin akrab dengan teman-teman. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi,” ungkap Aqilla.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikemas secara menyenangkan dapat memberikan kesan mendalam bagi murid. Selain memperoleh hiburan, mereka memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan baru, mempererat persahabatan, dan belajar menjalani kegiatan bersama dengan tertib.
Orang Tua Apresiasi Kegiatan dan Pendampingan Guru
Dukungan terhadap kegiatan KTS juga disampaikan oleh orang tua murid, Indira Almasyifa Farmania dan Nadil Ulum. Keduanya menyambut baik kegiatan yang memberikan pengalaman belajar berbeda bagi anak-anak.
Menurut mereka, kegiatan di luar kelas memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar mandiri, bersosialisasi, bekerja sama, dan menaati aturan dalam suasana yang menyenangkan.
Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada pihak madrasah dan 11 guru pendamping yang telah membersamai murid selama kegiatan berlangsung. Pendampingan guru dinilai penting untuk membantu anak mengikuti rangkaian aktivitas dengan tertib sekaligus memberikan rasa aman selama kunjungan.
Dukungan orang tua menjadi bagian dari sinergi pendidikan antara keluarga dan madrasah. Nilai-nilai yang diperoleh selama KTS diharapkan dapat terus dibiasakan di rumah, sehingga pengalaman belajar tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dari Petualangan Menjadi Bekal Karakter
KTS Semester 1 kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran di Lontar Sewu menegaskan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di berbagai tempat. Alam, wahana edukatif, interaksi sosial, dan pengalaman bersama menjadi bagian dari proses pendidikan yang memperkaya wawasan sekaligus membentuk karakter murid.
Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta. Harapannya, murid tidak hanya pulang membawa kenangan ceria, tetapi juga semakin mandiri, bertanggung jawab, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan.
Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya membantu anak memahami pelajaran, melainkan juga menuntun mereka tumbuh menjadi pribadi berilmu, beradab, dan mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
(Islakha)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian
SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan
PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown
SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor
SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M
Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan
SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Won
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama
SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur
SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026
Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran
SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00
Murid MIM 25 Baca Al-Qur’an di Hadapan Mendikdasmen
SURABAYA — Suasana peresmian gedung baru SMP M15 dan Sport Center PCM Kenjeran terasa semakin khidmat ketika Almaqhvira Keysha Putri, murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya, melantunka
