Di Tengah Maulid, Doa untuk Sang Pejuang: MIM 25 Surabaya Tebar Cinta dan Kepedulian
Surabaya, Jumat, 28 Agustus 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, sekaligus mengharukan. Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah, Menebar Cinta dan Kepedulian”, kegiatan ini menjadi momentum menumbuhkan cinta kepada Rasulullah melalui ibadah, keteladanan, dan kepedulian kepada sesama.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan salat Dhuha berjamaah dengan imam sholat Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustadz Ferry Rismawan, M.Pd.I.
Usai salat Dhuha, keluarga besar madrasah melaksanakan salat ghoib untuk Drs. H. Muhammad Shohib, M.M., Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non-Formal (PNF) PCM Kenjeran, yang berpulang ke rahmatullah pada Jumat pagi.
Dalam suasana duka tersebut, seluruh peserta turut mendoakan almarhum. Momen ini menjadi pengingat bahwa kehidupan adalah amanah dan setiap insan akan kembali menghadap Allah SWT. Semangat perjuangan dan pengabdian almarhum pun menjadi teladan untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat.
Belajar Akhlak dari Rasulullah.
Setelah salat ghoib, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Ferry Rismawan, M.Pd.I. Tausiyah dibuka dengan lantunan syair “Rohatil Athyaru Tasydu”, yang menggambarkan kegembiraan atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW.
Para siswa diajak ikut melantunkan syair tersebut. Suasana semakin menarik ketika Muchammad Nab'han Athar Rizky Nugeroho, siswa kelas 5D, berani tampil ke depan karena mampu menghafalkan lirik dan memperoleh hadiah spesial.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ferry menguraikan empat sifat mulia Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Siddiq mengajarkan kejujuran, amanah mengajarkan tanggung jawab, tabligh mengajarkan keberanian menyampaikan kebaikan, sedangkan fathanah mengajarkan kecerdasan yang digunakan untuk kebaikan.
Lebih dari itu, Ustadz Ferry menegaskan bahwa tugas utama Rasulullah SAW adalah menegakkan tauhid, mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi inti Maulid: mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengenang kelahirannya, tetapi dengan mengikuti ajaran dan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Da'i Cilik, Cinta Rasul dalam Aksi
Pesan cinta Rasul kemudian disampaikan melalui penampilan Da'i Cilik, yaitu Ulima Syifa Amiri dari kelas 6A dan Rayhan Taro Saputra dari kelas 1A.
Keduanya mengajak siswa untuk mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak beliau, mulai dari berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, rajin beribadah, hingga menyayangi dan membantu sesama.
Semangat tersebut diwujudkan melalui bakti sosial dan berbagi paket makanan. Siswa, guru, dan karyawan mengumpulkan paket bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya itu, IPM Junior turut menggalang infak Jumat untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Maulid yang Mengajarkan Kepedulian
Koordinator Ismubaris ustadzah Marlik juga mengungkapkan bahwa Maulid Nabi harus menjadi momentum perubahan.
“Maulid bukan sekadar mengenang Rasulullah SAW, tetapi bagaimana nilai-nilai akhlak beliau tumbuh menjadi kebiasaan anak-anak. Jujur, amanah, santun, rajin beribadah, dan peduli kepada sesama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari.”
Salah seorang siswa Mahira, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membuatnya semakin memahami makna mencintai Rasulullah SAW.
“Saya belajar bahwa cinta Rasul bukan hanya menghafal kisah beliau, tetapi juga mencontoh sifat beliau dan suka membantu orang lain.”
Sementara Mama Rasya, wali murid, mengapresiasi kegiatan yang memadukan pendidikan agama dan kepedulian sosial.
“Kami bersyukur anak-anak mendapatkan pendidikan akhlak sekaligus belajar berbagi. Semoga kebiasaan baik ini terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.”
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MIM 25 Surabaya pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Di tengah lantunan cinta kepada Rasulullah SAW, terselip doa untuk seorang pejuang yang telah berpulang. Di tengah pembelajaran akhlak, tumbuh kepedulian untuk sesama.
Sebuah pesan sederhana mengemuka: cinta kepada Rasulullah SAW. harus melahirkan akhlak mulia, kepedulian, dan kebermanfaatan.
(Islakha)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian
SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan
PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown
SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor
SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M
Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan
SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Won
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung
KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu
GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Suraba
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama
SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur
SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026
Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran
SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00
