KTS Kelas 5 MI Muhammadiyah 25, Murid Praktik Manasik Haji di Asrama Haji
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya menggelar Kegiatan Tengah Semester I (KTS I) kelas 5 melalui praktik manasik haji di Asrama Haji Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Meneladani Perjalanan Haji, Menanamkan Ketakwaan Sejak Dini”, kegiatan ini diikuti 99 murid dengan pendampingan 11 ustadz dan ustadzah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal dan mempraktikkan tata cara ibadah haji secara langsung. Melalui pengalaman belajar di luar kelas, murid tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat mengikuti tahapan manasik dengan bimbingan pembimbing yang berpengalaman.

Belajar Manasik Haji Bersama Pembimbing
Praktik manasik haji dibimbing oleh Ustadz H. Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya sekaligus pembimbing haji dan umrah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kota Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, murid mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sekaligus mengikuti praktik setiap tahapan manasik. Pendampingan ini membantu murid memahami urutan pelaksanaan ibadah secara lebih konkret dan terarah.
Ustadz H. Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., selaku pemimpin rombongan sekaligus pembimbing manasik, mengapresiasi kesungguhan murid dalam mengikuti kegiatan. Menurutnya, murid mampu mengikuti arahan dengan baik dan menunjukkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
“Anak-anak sudah mengetahui bagaimana tata cara manasik haji atau umrah, bisa mengikuti dengan baik, dan semuanya mendapat nilai bagus. Insyaallah, semoga semuanya bisa berangkat ke Makkah,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi murid untuk terus memperdalam pengetahuan agama dan menumbuhkan cita-cita agar kelak dapat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Selaras dengan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta
Wakil Kepala Madrasah Bidang Ismubaris, Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I., memberikan dukungan terhadap kegiatan KTS yang menghadirkan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Menurutnya, praktik manasik haji merupakan bentuk learning to do, yaitu belajar dengan melakukan.
Luar biasa, inilah learning to do dan sesuai dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Harapan kami, semangat anak-anak dalam belajar harus tetap dilandasi niat untuk menggapai rida Ilahi,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman belajar tersebut tidak hanya memperkaya pengetahuan murid tentang ibadah haji, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembelajaran yang memadukan pengetahuan dan praktik, madrasah berupaya membentuk murid yang tidak hanya memahami materi, tetapi juga tumbuh dalam kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, dan kebersamaan.

KTS Menghadirkan Pengalaman Belajar yang Bermakna
Ustadzah Dinda, S.Pd., ketua kkg kelas 5 menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkuat pemahaman murid terhadap ibadah haji.
“Melalui kegiatan KTS ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada anak-anak. Manasik haji tidak hanya menjadi sarana untuk mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara langsung, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, dan kebersamaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan 99 murid kelas 5 dengan pendampingan 11 ustadz dan ustadzah diharapkan dapat memperkaya wawasan keagamaan sekaligus menjadi pengalaman belajar yang berkesan.
Suasana belajar yang interaktif memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami materi melalui praktik, mengikuti arahan pembimbing, serta mengenali rangkaian ibadah haji secara lebih nyata. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori di kelas, tetapi diperkuat melalui pengalaman langsung.

Murid Antusias, Tumbuh Cita-Cita ke Tanah Suci
Antusiasme murid terlihat dari pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti praktik manasik haji. Azzahra, murid kelas 5A, mengaku senang karena dapat mempraktikkan secara langsung materi yang selama ini dipelajari melalui buku dan penjelasan ustadzah di kelas.
“Senang sekali bisa mengikuti manasik haji hari ini. Biasanya kami hanya belajar tentang haji dari buku dan penjelasan ustadzah di kelas, tetapi sekarang bisa mempraktikkannya secara langsung. Saya jadi lebih tahu urutan ibadah haji dan apa saja yang dilakukan saat berhaji,” ungkapnya.
Azzahra juga berharap suatu hari nanti dapat pergi ke Tanah Suci bersama keluarganya untuk menunaikan ibadah haji.
Pengalaman ini menjadi bagian penting dari proses belajar murid. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga memiliki kesempatan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah serta membangun cita-cita menjadi muslim yang taat.
Orang Tua Apresiasi Pembelajaran Manasik Haji
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh orang tua Fayi. Ia menilai praktik manasik haji memberikan manfaat bagi anak karena pembelajaran agama tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak jadi tidak hanya belajar teori tentang ibadah haji di sekolah, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung. Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan agama anak sekaligus mengenalkan mereka pada tata cara ibadah haji sejak dini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi anak-anak.
Dukungan orang tua tersebut memperkuat pentingnya sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi pendidikan anak, khususnya dalam memperluas wawasan keagamaan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini.

Menanamkan Ketakwaan melalui Pengalaman Nyata
KTS kelas 5 MI Muhammadiyah 25 Surabaya melalui praktik manasik haji di Asrama Haji Surabaya menjadi salah satu upaya madrasah menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui kegiatan ini, murid memperoleh kesempatan untuk mengenal tata cara ibadah haji sekaligus belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, kemandirian, dan kebersamaan.
Sejalan dengan tema “Meneladani Perjalanan Haji, Menanamkan Ketakwaan Sejak Dini”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman agama yang lebih kuat dan kecintaan murid terhadap ibadah.
Bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan keimanan. Dengan memadukan teori, praktik, dan pendampingan, madrasah terus berupaya mewujudkan generasi yang berilmu, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
(Islakha)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian
SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan
PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown
SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor
SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M
Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan
SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Won
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung
SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung
KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu
GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Suraba
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama
SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur
SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026
Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran
SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00
