• MI MUHAMMADIYAH 25 SURABAYA
  • Madrasah Hebat Beradab

MABIT MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Tanamkan Semangat Ikhtiar, Takwa, dan Tawakal

SURABAYA – Kesiapan menghadapi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kekuatan iman, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam berusaha. Nilai-nilai tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) kelas VI MI Muhammadiyah 25 Surabaya bertema “SIAP TKA, SIAP MASA DEPAN”, Jumat–Sabtu (23–24/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti murid kelas VI A, VI B, VI C, dan VI D. Selain memperkuat kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), MABIT menjadi sarana pembinaan spiritual melalui hafalan Al-Qur’an, shalat berjamaah, qiyamul lail, dan kajian Subuh.

Kajian Subuh menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I, menyampaikan materi berdasarkan Al Qur'an : Surah Ali Imran ayat 190–191 dan Surah At-Talaq ayat 2–3, yang mengajak murid menjadi pribadi berakal, bertakwa, bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, dan bertawakal kepada Allah Swt.

Kajian Subuh: Menjadi Pribadi Berakal dan Mengamalkan Ilmu

Dalam kajiannya, Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I, mengajak murid merenungkan kandungan Surah Ali Imran ayat 190–191 tentang tanda-tanda kebesaran Allah Swt. melalui penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang.
Ayat tersebut menjelaskan karakter ulul albab, yaitu orang-orang yang menggunakan akal untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah dan senantiasa mengingat-Nya dalam berbagai keadaan.

Pesan ini mengajarkan bahwa kecerdasan tidak cukup diukur dari kemampuan memahami pelajaran atau memperoleh nilai yang baik. Pribadi yang berakal juga mampu mengambil pelajaran, memahami tanggung jawab, dan menerapkan pengetahuan dalam tindakan nyata.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan belajar, kedisiplinan menjalankan ibadah, serta tanggung jawab terhadap tugas. Mengetahui bahwa belajar itu penting harus diikuti dengan tindakan nyata, bukan kemalasan atau kebiasaan menunda pekerjaan.

Murid juga diajak membangun keselarasan antara pikiran dan perbuatan. Niat yang baik perlu diwujudkan melalui usaha yang konsisten, sedangkan pengetahuan tentang kebaikan harus dibuktikan dengan perilaku yang mencerminkan akhlak Islami.

Bertakwa dan Bertawakal, Yakin Allah Memberikan Jalan Keluar

Kajian dilanjutkan dengan pembahasan Surah At-Talaq ayat 2–3 yang menegaskan keutamaan takwa dan tawakal kepada Allah Swt.

Dalam ayat tersebut, Allah menjanjikan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah juga menegaskan bahwa siapa yang bertawakal kepada-Nya, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya.

Pesan ini menjadi penguatan bagi murid kelas VI yang sedang mempersiapkan diri menghadapi TKA. Mereka perlu belajar secara teratur, berlatih mengerjakan soal, menjaga kesehatan, serta mengatur waktu dengan baik. Seluruh ikhtiar tersebut disertai doa dan keyakinan bahwa hasil akhirnya diserahkan kepada Allah Swt.

Tawakal bukan berarti berpangku tangan tanpa usaha. Sebaliknya, tawakal mengajarkan seseorang untuk berusaha secara maksimal, memohon pertolongan Allah, dan menerima hasil dengan lapang dada.

Melalui kajian ini, murid diharapkan memiliki kesiapan mental dalam menghadapi ujian, tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan, serta tetap menjaga ibadah di tengah kesibukan belajar.

Kelompok Belajar TKA Menjadi Penguatan dalam Kegiatan MABIT

Koordinator ISMUBARIS, Ustadzah Marlik, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan MABIT dengan maksimal. Menurutnya, kegiatan MABIT yang dilaksanakan setiap bulan terus dikembangkan dengan tambahan kegiatan yang mendukung kebutuhan belajar murid kelas VI.

“Alhamdulillah, kegiatan MABIT terlaksana dengan maksimal. Setiap bulan ada hal tambahan. Kali ini, setelah shalat Isya, semua murid dibentuk dalam kelompok belajar yang difokuskan pada materi TKA,” ungkapnya.

Bimbingan belajar dilaksanakan pada pukul 19.40–21.00 WIB dengan materi TKA Matematika, Murid dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelas dan nomor absen, kemudian didampingi ustadz dan ustadzah.

Setelah sesi belajar, kegiatan dilanjutkan dengan setoran dan murajaah hafalan Juz 30. Rangkaian tersebut memperlihatkan upaya madrasah dalam menyeimbangkan persiapan akademik dengan pembinaan spiritual.

Melalui pola kegiatan ini, murid tidak hanya mendapatkan waktu tambahan untuk belajar, tetapi juga dibiasakan mengelola waktu, mengikuti arahan, dan menjalani setiap agenda dengan disiplin.

Dzulfa: MABIT Melatih Mental dan Fisik, sekaligus Memberikan Kebahagiaan

Pengalaman mengikuti MABIT juga dirasakan langsung oleh murid kelas VI. Salah satunya, Dzulfa, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan dari malam hingga pagi menjadi pengalaman berharga yang melatih kesiapan mental dan fisik.

“Datang sebelum Isya dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan benar-benar menjadi pelatihan mental dan fisik bagi saya. Setelah bimbingan belajar, lanjut setoran hafalan, kemudian istirahat, qiyamul lail sampai shalat Subuh, dilanjutkan kajian Subuh dan roan atau bersih-bersih. Rangkaian kegiatan ini benar-benar membuat saya bahagia,” ungkap Dzulfa.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa MABIT bukan sekadar kegiatan menginap di madrasah. Murid belajar menjalani aktivitas secara teratur, menjaga semangat ketika mengikuti rangkaian kegiatan, serta membangun kebersamaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kegiatan roan atau bersih-bersih setelah rangkaian ibadah dan kajian juga menjadi pembiasaan penting. Murid diajak menjaga kebersihan ruang yang digunakan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan madrasah.

Mempersiapkan Masa Depan dengan Ilmu, Iman, dan Akhlak

Melalui MABIT bertema “SIAP TKA, SIAP MASA DEPAN”, MI Muhammadiyah 25 Surabaya menghadirkan pembelajaran yang memadukan penguatan akademik, pembiasaan ibadah, dan pendidikan karakter.

Bimbingan TKA membantu murid mempersiapkan kemampuan akademik. Hafalan Al-Qur’an memperkuat kedekatan dengan kitab suci, sedangkan qiyamul lail, shalat Subuh berjamaah, dan kajian keislaman menanamkan nilai ketakwaan serta tawakal.

Pesan kajian Subuh menjadi pengingat bahwa kesuksesan perlu diperjuangkan melalui usaha nyata, kedisiplinan, dan doa. Murid diajak untuk tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bersungguh-sungguh dalam bertindak serta menjaga hubungan dengan Allah Swt.

Melalui MABIT, MIM 25 Surabaya terus berikhtiar membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan akademik, kuat dalam iman, mulia dalam akhlak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan. Sebab, masa depan yang baik dibangun bukan hanya dengan ilmu yang dipelajari, tetapi juga dengan nilai-nilai kebaikan yang diamalkan setiap hari.

(Islakha)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Salat Istisqa Peringati Hari Santri 2026, Murid MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tebarkan Doa dan Kepedulian

SURABAYA – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, dan kepedulian sosial kepada murid.

22/10/2026 13:58 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 53 kali
Adeeva Shakila Assabiq Wakili MI Muhammadiyah 25 dalam Penyematan Tanda Jambore Hizbul Wathan

PRIGEN, PASURUAN – Momen membanggakan dirasakan MI Muhammadiyah 25 Surabaya dalam Jambore Hizbul Wathan tingkat Purwa SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Adeeva Shakila Assabiq m

21/10/2026 13:18 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 56 kali
KTS Kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Belajar Mandiri dan Gembira di Wondertown

SURABAYA – Kegiatan Tengah Semester (KTS) kelas 1 MI Muhammadiyah 25 Surabaya berlangsung penuh keceriaan di Wondertown Surabaya, Senin (19/10/2026). Mengusung tema “Aku Ana

20/10/2026 09:17 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 46 kali
Tak Ditarget Juara, Siswa Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Justru Raih Silver Medal Nasional KSNR 8 di Bogor

SURABAYA - Kisah haru datang dari Gymnasium Sekolah Vokasi IPB (Institut Pertanian Bogor) Jawa Barat, 18 Oktober 2026. Di tengah ribuan peserta dari Sabang sampai Merauke, nama Chaska M

20/10/2026 08:59 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 62 kali
Sehari Bersalju, Sejuta Cerita: KTS Kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya Penuh Keceriaan

SURABAYA – Tawa dan wajah penuh kegembiraan mewarnai Kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil kelas 2 MI Muhammadiyah 25 Surabaya di Trans Snow World, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Won

16/10/2026 08:07 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 64 kali
KTS Kelas IV MIM 25 Surabaya, Kenali Ekosistem Mangrove secara Langsung

SURABAYA – MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengajak semua murid kelas IV belajar mengenal ekosistem pesisir melalui kegiatan Tengah Semester (KTS) Ganjil di Ekowisata Mangrove Gunung

14/10/2026 13:52 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 101 kali
KTS Kelas 3 MIM 25 Surabaya, Petualangan Ceria dan Belajar Cinta Alam di Lontar Sewu

GRESIK — Suasana pedesaan yang rindang, deretan pohon lontar, dan beragam wahana permainan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid kelas 3 MI Muhammadiyah 25 Kenjeran, Suraba

14/10/2026 08:02 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 107 kali
TK ABA 55 Kenjeran Kunjungi MIM 25 Surabaya, Anak-Anak Antusias Belajar Bersama

SURABAYA – Antusiasme murid TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 55 Kenjeran terlihat sejak pagi saat mengikuti kegiatan School Visit ke MI Muhammadiyah 25 Surabaya (MIM 25), Sabtu (

11/10/2026 03:43 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 78 kali
Musyran III IPM-J MIM 25 Uji Gagasan 11 Calon Formatur

SURABAYA — Sebelas kader IPM-J MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti Musyawarah Ranting (Musyran) ke-III dalam rangka Pemilihan Formatur dan Pemaparan Visi-Misi IPM-J Periode 2026

05/10/2026 13:22 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 39 kali
Jurnalis Cilik MIM 25 Liput Dua Agenda Besar PCM Kenjeran

SURABAYA — Ahad (27/9/2026) menjadi hari istimewa bagi Adeeva Shakila Assabiq, jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Selama kurang lebih tujuh jam, pukul 08.00 hingga 15.00

29/09/2026 07:56 - Oleh Herda Dwi Ardiansyah - Dilihat 53 kali